Headlines News :
Home » , » Rumah Adat Pakpak, Bentuk, Bahan, Arti dan Fungsi

Rumah Adat Pakpak, Bentuk, Bahan, Arti dan Fungsi

Written By Pakpak Bharat Blog on 10/07/11 | 15.56

ppbb-
Sangat banyak kekayaan budaya Indonesia, seperti rumah adat, lagu daerah, situs peninggalan bersejarah, pakaian tradisional dan sebagainya. Pada artikel ini Pakpak Bharat Blog memaparkan penjelasan tentang bagaimana Rumah Adat Pakpak. Suku Pakpak adalah satu suku di Sumatera Utara, sebagaimana dengan suku lain, suku Pakpak juga memiliki kekayaan budaya tersebut. Berikut ini adalah gambaran umum Rumah Adat Pakpak bentuk, bahan, arti, fungsi dan perlengkapannya.

Rumah adat Pakpak memiliki bentuk yang khas yang dibuat dari bahan kayu dengan atap dari bahan ijuk. Bentuk desain rumah adat Pakpak selain sebagai wujud seni budaya Pakpak, setiap bentuk desain dari bagian-bagian Rumah Adat Pakpak tersebut memiliki arti tersendiri. Jika diteliti dengan cermat dan diketahui maknanya, maka cukup dengan melihat rumah adat Pakpak akan bisa mendeskripsikan bagaimana Suku Pakpak berbudaya.

Bentuk dan Arti Rumah Adat Pakpak
  1. Bubungan atap : Bentuk melengkung, dalam bahasa Daerah Pakpak-Dairi disebut: "Petarik-tarik Mparas ingenken ndengel", artinya: "Berani memikul resiko yang berat dalam mempertahankan adat istiadat".
  2. Tampuk bubungan yang bersimbolkan "Caban", artinya : "Simbol kepercayaan Puak Pakpak"
  3. Tanduk kerbau yang melekat dibubungan atap, artinya: "Semangat kepahlawanan Puak Pakpak".
  4. Bentuk segitiga pada rumah adat pakpak, artinya menggambarkan susunan adat istiadat Puak Pakpak dalam kekeluargaan yang terbagi atas tiga bahagian atau unsur besar sebagai berikut: (a). SENINA, adalah saudara kandung laki laki, (b). BERRU, adalah saudara kandung perempuan, (c). PUANG", adalah kemanakan. 
  5. Dua buah tiang besar disebelah muka rumah "Binangun", artinya "Kerukunan rumah tangga antara suami istri". 
  6. Satu buah balok besar yang dinamai "Melmellon" yang melekat disamping muka rumah, menggambarkan "Kesatuan dan Persatuan dalam segala bidang pekerjaan melalui musyawarah, atau lebih tepat disebut "Gotong royong".
  7. Ukiran-ukiran yang terdapat pada segitiga muka rumah yang bentuknya bermacam macam corak, dalam bahasa daerah Pakpak  disebut: (a). Perbunga Kupkup, (b). Perbunga kembang, (c). Perbunga Pancur, dan sebagainya yang menggambarkan bahwa puak Pakpak pun berdarah dan berjiwa seni. 
  8. Tangga rumah yang biasanya terdiri dari bilangan ganjil, 3 (tiga), 5 (lima) dan 7 (tujuh), menggambarkan bahwa penghuni rumah itu adalah keturunan raja (marga tanah), sebaliknya yang memakai tangga rumah genap, menandakan bahwa penghuni rumah tersebut bukan keturunan marga tanah (genengen). 
  9. Pintu masuk dari bawah kolong rumah menunjukkan kerendahan hati dan kesiapsiagaan.
Rumah Adat Pakpak di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta
Fungsi Rumah Adat Pakpak :  
  • Penggunaaan rumah adat : Rumah adat adalah tempat permusyawaratan mengenai masalah yang menyangkut kepentingan umum dan tempat mengadakan upacara upacara adat istiadat. 
  •  Pilo-pilo yang digantung dalam segitiga dipermukaan rumah adat menggambarkan adanya hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pemimpinnya dan sebagai lambang kebijaksanaan pimpinan dalam mengayomi masyarakatnya.
  • Gambar lidah payung menggambarkan kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya yang senantiasa memberikan bantuan dalammemelihara kesentosaan dan kesejahteraan masyarakat.
  • Isi rumah adat adalah :
    (a). Genderang,
    (b). Garantung,
    (c). Serunai,
    (d). Sordan, labat, taratoa, seruling, semuanya alat alat kesenian daerah.
    (e). Patung panglima atau pahlawan pahlawan, dan
    (f).  Mejan, ditempatkan dihalaman rumah.
     
Penulis : Albiker Sinamo
Dikutip dari : Seminar Adat Istiadat Pakpak,  Dairi, 21 Maret 1970 di Sidikalang.

Bagikan artikel ini :